Cara Cepat Fisika SMA dan SMP

GAYA LORENTZ ATAU GAYA MAGNETIK LENGKAP

Cara Cepat Pintar Fisika - Gaya Magnet atau gaya Lorentz
Ada tiga jenis Gaya Lorentz, antara lain Gaya yang dialami oleh muatan listrik yang bergerak dalam medan magnet,  Gaya yang dialami oleh kawat berarus listrik yang berada dalam medan magnet, dan Gaya yang dialami oleh dua kawat sejajar berarus listrik.

Mari kita bahas satu persatu.

1. Gaya Lorentz yang dialami oleh muatan listrik bergerak

GAYA LORENTZ ATAU MAGNETIK LENGKAPSebuah partikel bermuatan listrik yang bergerak dalam daerah medan magnet homogen akan mendapatkan gaya. Gaya ini juga dinamakan gaya Lorentz. Gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi.

Besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh muatan yang bergerak dalam medan magnet dirumuskan sebagai :
$\small F_{l}=q.v.B.\sin \theta$
dengan:
FL = gaya Lorentz dalam newton (N)
q = besarnya muatan yang bergerak dalam coulomb (C)
v = kecepatan muatan dalam meter / sekon (m/s)
B = kuat medan magnet dalam Wb/m2 atau Tesla (T)
θ = sudut antara arah v dan B
FL selalu mempunyai arah tegak lurus dengan v dan B

Arah Gaya Lorentz:
Ada banyak cara menentukan arah gaya Lorentz pada muatan positip yang bergerak dalam medan magnet, salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan kaidah tangan kiri,.
GAYA LORENTZ ATAU MAGNETIK LENGKAPIbu jari = sebagai arah gaya Lorentz
Jari telunjuk = sebagai arah medan magnet
Jari tengah = sebagai arah gerak muatan positip
catatan: untuk muatan negatip, arah gaya Lorentz adalah kebalikannya, atau gunakan tangan kanan)

Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak lurus dengan medan magnet homogen yang mempengaruhi selama geraknya (seperti gambar di atas), maka muatan akan bergerak dengan lintasan berupa lingkaran.
Gaya yang dialami akibat medan magnet:
$\displaystyle \small F_{l}=q.v.B$
Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel:
$\displaystyle \small F_{s}=m.\frac{v^{^{2}}}{r}$
Dengan menggabungkan kedua persamaan:
$\displaystyle \small q.v.B=m.\frac{v^{^{2}}}{r}$
kita mendapatkan persamaan besar jari-jari orbit partikel tersebut:
$\displaystyle \small r=\frac{m.v}{q.B}$
dengan
R = jari-jari lintasan partikel dalam meter (m)
m = massa partikel dalam kilogram (kg)
v = kecepatan partikel dalam meter/sekon (m/s)
q = muatan partikel dalam Coulomb (C)

Dari persamaan jari-jari lintasan partilel tersebut, kita dapat menurunkan banyak persamaan lain, antara lain:
A. Momentum Linier:
     $\displaystyle \small P=m.v=B.q.r$
B. Momentum Sudut
     $\displaystyle \small \\L=P.r=m.v.r=q.B.r^{2}$
C. Kecepatan sudut Partikel
     $\displaystyle \small \omega =\frac{v}{r}=\frac{q.B}{m}$
D. Perioda dan frekuensi
     $\displaystyle \small T=\frac{1}{f}=\frac{2\pi .m}{q.B}$

2. Gaya Lorentz yang dialami oleh kawat lurus berarus

Apabila sebuah kawat penghatar ber arus i, dengan pangjang l di dalam medan magnet B, maka kawat tersebut akan mengalami gaya Lorentz yang besarnya  dipengaruhi oleh besar medan magnet, kuat arus dan sudut yang dibentuk oleh medan magnet dan arus listrik. Gaya Lorentz dirumuskan:
FL = B i l sin α
B = kuat medan magnet (Tesla)
I = kuat arus yang mengalir pada kawat (ampere)
l = panjang kawat (meter)
α = sudut yang dibentuk oleh B dan I

Arah Gaya Lorentz:
GAYA LORENTZ ATAU MAGNETIK LENGKAPAda banyak cara menentukan arah gaya Lorentz pada kawat lurus ber arus yang bergerak dalam medan magnet, salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan kaidah tangan kiri.
Ibu Jari = arah gaya lorentz (F)
Jari Telunjuk = arah medan magnet (B)
Jari Tengah = arah arus listrik (i)
Dari rumus di atas ternyata jika besar sudut θ adalah :
θ = 90o, arah i tegak lurus dengan B, maka FL mencapai maksimum
θ = 0o, arah i sejajar dengan B, maka FL = 0 atau kawat tidak dipengaruhi gaya Lorentz

3. Gaya Lorentz pada Kawat Sejajar yang Berarus Listrik

Jika ada dua buah kawat lurus berarus listrik yang diletakkan sejajar berdekatan dalam daerah medan magnet akan mengalami gaya Lorentz. Bila kedua kawat dialiri arus sama arah, maka kedua kawat akan tarik menarikn dan apabila arus listrik pada kedua kawat tersebut berlawanan arah maka kawat akan tolak menolak, seperti gambar dibawah ini.

GAYA LORENTZ ATAU MAGNETIK LENGKAP
Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak di antara dua kawat sejajar yang berarus listrik dan terpisah sejauh a dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:
$\displaystyle \small F_{1}=F_{2}=F=\frac{\mu_{o}.i_{1}.i_{2}.l} {2\pi .a}$
dengan:
F1 = F2 = F = gaya tarika menarik atau tolak menolak (Newton)
μo = permeabilitas vakum (4 π. 10-7Wb/Am)
I1 = kuat arus pada kawat A
I2 = kuat arus pada kawat B
l = panjang kawat penghantar
a = jarak kedua kawat

4. Penerapan Prinsip Gaya Lorentz


Contoh Penerapan Gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada alat-alat listrik antara lain:
Alat Ukur Listrik ( Amperemeter, voltmeter, Galvanometer  ), Generatot AC maupun DC, motor listrik, dll.
GAYA LORENTZ ATAU MAGNETIK LENGKAP
Motor Listrik

baca juga: SOAL-JAWAB GAYA LORENTZ ATAU MAGNETIK.

Semoga bermanfaat, silahkan pelajari artikel lainnya.....

Terimakasih telah mempelajari:" GAYA LORENTZ ATAU GAYA MAGNETIK LENGKAP " Silahkan Pelajari Artikel kami berikutnya.....