Satuan Baku dan Satuan Tidak Baku - Pengertian dan Contohnya - Kelas 7 SMP

Soal dan Penyelesaian Fisika - Satuan adalah pembanding yang digunakan dalam pengukuran suatu besaran. 

Satuan dibagi menjadi 2 jenis yaitu satuan baku dan satuan tak baku.
Satuan Baku dan Satuan Tidak Baku - Pengertian dan ContohnyaBerdasarkan KBBI: 
  • baku/ba·ku/ n 1. pokok; utama 2. tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar;
  • satuan/sa·tu·an/ standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dan sebagainya): meter ialah - ukuran panjang, sedangkan gram - berat; 
Dengan demikian, satuan baku adalah satuan yang ditetapkan secara resmi dan dijadikan dasar ukuran atau standar acuan.

Satuan Baku dan Tidak Baku
I. Satuan Baku
Satuan baku disebut juga satuan standar, yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat pengukuran yang baku. 

Satuan inilah yang disepakati semua orang khususnya ilmuwan untuk menyatakan hasil pengukuran.

A. Syarat Satuan Baku
1. Tetap
Hasil pengukurannya akan selalu tetap atau sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda, di tempat yang berbeda. 

Jadi, satuan baku adalah satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama untuk semua orang.
2. Mudah Ditiru
Tujuannya agar setiap orang dapat dengan mudah membuat, memperoleh dan menggunakannya sebagai satuan yang serupa.
3. Berlaku Luas (Internasional)
Satuan tersebut berlaku secara internasional dan berguna sebagai standar pengukuran.
4. Mudah dikonversi
Satuan baku harus mudah diubah atau dikonversi ke dalam satuan lainnya, untuk menyederhanakan hasil pengukuran. (lihat cara mudah konversi satuan)

B. Jenis-Jenis Satuan Baku
Satuan baku SI terbagi dua jenis, yaitu sistem mks dan sistem cgs. 
  • Sistem MKS: yaitu cara menyatakan besaran dengan memakai satuan meter, kilogram, dan sekon. Sebagai contoh: satuan gaya dalam sistem MKS adalah kg.m/s2.
  • Sistem CGS: yaitu cara menyatakan besaran dengan memakai satuan centimeter, gram dan sekon. Sebagai contoh: satuan massa jenis dalam sistem CGS adalah g/cm3.
C. Contoh Satuan Baku
Beberapa contoh satuan baku dalam pengukuran:
  • Satuan baku besaran panjang: sentimeter (cm), meter (m), dan kilometer (km)
  • Satuan baku besaran massa: gram (g) dan kilogram (kg)
  • Satuan baku besaran waktu: sekon (s), menit, dan jam.
  • Satuan baku besaran suhu: Celcius, Kelvin, Reaumur, dan Fahrenheit.
  • Satuan baku besaran kuat arus listrik: miliampere (mA) dan ampere (A)

  • Satuan baku besaran intensitas cahaya: Candela (Cd)
  • Satuan baku besaran jumlah zat: mol.
  • Satuan baku besaran luas: meter persegi (m2), sentimeter persegi (cm2), kilometer persegi (km2)
  • Satuan baku besaran volume: meter kubik (m3) dan sentimeter kubik (cm3).
II. Satuan Tidak Baku
Sedangkan satuan tak baku yaitu satuan yang apabila digunakan untuk melakukan pengukuran maka memberikan hasil yang berbeda-beda bila dilakukan oleh orang yang berbeda karena belum memiliki standar acuan yang resmi. 

Satuan tidak baku merupakan satuan yang apabila digunakan oleh orang yang berbeda dapat menghasilkan pengukuran yang berbeda.

A. Contoh Satuan Tidak Baku 
Beberapa contoh satuan tidak baku yang sering digunakan dalam pengukuran, antara lain sebagai berikut:
  • Satuan tidak baku besaran panjang: jengkal, depa, hasta.
  • Satuan tidak baku besaran massa: mayam, entik
  • Satuan tidak baku besaran luas: tumbak, bahu.
  • Satuan tidak baku besaran volume: botol, gelas, ember. 
B. Kelemahan Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku tidak bisa digunakan dalam pengukuran ilmiah karena memiliki beberapa kelemahan.

Kelemahan tersebut antara lain sebagai berikut:
  • memiliki sifat yang tidak tetap, hasil pengukurannya berbeda-beda.
  • sulit ditiru. Misalnya, sulit untuk menemukan panjang jengkal orang yang sama persis.
  • Penggunaan terbatas atau tidak bisa digunakan secara umum.
  • Tidak bisa diubah atau dikonversi ke satuan lain.
 Semoga bermanfaat.